Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan
Perkebunan Kopi Gayo Aceh
18.52
Kali ini kita akan membahas tentang perkebunan kopi yang ada di Dataran Tinggi Gayo. Terletak di antara 3 kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Gayo Lues.
Karena berada di ketinggian tanah di wilayah Dataran Tinggi Gayo sangat subur. Masyarakat sekitar biasa berkebun kopi, tembakau, dan sayur-saruyan. Ada juga yang menjadi petani di Dataran Tinggi Gayo. Didukung oleh tanah yang subur hasil panen didaerah Dataran Tinggi Gayo sangat menjanjikan.
Mengenal Perkebunan Kopi Gayo
Perkebunan Kopi Gayo sudah ada sejak penjajahan belanda tepatnya pada tahun 1908. Perkebunan kopi ini terletak diketinggian 1200 mdpl menjadikan udara di sana sejuk dan masih asri sekelilingnya. Perkebunan Kopi Gayo termasuk perkebunan terluas di Indoneisa lo.. Luasnya mencapai kurang lebih 39.000 hektar.
Masyarakat sekitar banyak yang menjadi petani kopi karena sangat menjajikan. Mengapa? Karena kopi yang dihasilkan di Perkebunan Kopi Gayo ini adalah Kopi jenis Arabika. Kopi Arabika sangat digemari masyarakat Indonesia dan bahkan dunia. Tak heran Kalau kopi yang dihasilkan di Perkebunan Kopi Gayo termasuk yang terbesar di Asia.
Sejarah Perkebunan Kopi Gayo
Kalau bicara soal sejarah pasti ada Belanda dan Jepang ya kan? Kali ini Belanda yang akan kita bahan hehe..
Belanda masuk ke daerah Gayo tahun 1904. Biasanya Belanda datang untuk memporakporandakan daerah yang mereka pijaki kan? Kali ini mereka datang untuk memberi penghidupan baru bagi masyarakat di Gayo. Belanda membuka Perkebunan Kopi Gayo di ketinggian antara 1000 - 1700 mdpl.
Dengan perkebunan baru yang dibuka oleh Belanda ini menjadikan masyarakat sekitar tahu cara mengolah kopi yang benar itu bagaimana. Meraka saling bahu membahu untuk menciptakan biji kopi yang berkualitas tinggi.
Cita Rasa Kopi Arabica yang Dihasilkan Perkebunan Kopi Gayo
Sudah tidak diragukan lagi kualitas dan rasa daro Kopi Arabika yang dihasilkan di Perkebunan Kopi Gayo ini. Masyarakat dunia pasti sudah tahu tentang rasanya karena sangat nikmat. Rasa dari Kopi Gayo ini memiliki aroma dan perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat. Sangat berbeda dengan kopi lainnya.
Bahkan Kopi Gayo mendapat penghargaan di acara International Conference on Coffee Science. Kopi gayo di bandingkan dengan 4 kopi lainnya dan Kopi Gayo lah yang dipilih karena paling enak.
Gimana informasinya jelas kan? Kalau ada pertanyaan silahkan komentar dibawah ya..
Socolatte Khas Aceh
19.08
Saya mau mereview produk Home Made alias industri rumahan khas Aceh. Sekalian mempromosikan minuman khas Aceh. Kali ini namanya Socolatte, minuman coklat yang paling pas disajikan panas saat musim hujan seperti ini. Sebenarnya kalau musim panas sih enak juga disajikan dingin. Atau bisa di shake pakai es batu. Haduwh, jadi pengen segera pulang ke rumah dan membuatnya. Socolatte berarti coklat sehat karena tidak mengandung kolesterol dan dapat dikonsumsi tanpa takut gemuk, sesuai dengan definisi dari Socolatte itu sendiri.
Mungkin kalau di Yogyakarta kalian tau coklat Monggo, Socolatte adalah produk makanan berbahan dasar coklat asli Aceh. Lokasi pabriknya berada di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Socolatte telah memproduksi bermacam-macam jenis makanan mulai dari Chocolate Bar (termasuk chunky bar), Cocoa butter, Cocoa powder, dan Chocolate milk. Kemarin adik saya hanya membawa coklat bubuk untuk minuman. Jadi saya cuma bisa mereview jenis produk ini saja ya.
Socolatte ini nggak murni dark chocolate, karena di komposisinya ada gula halus juga. Lagian, siapa yang sanggup minum Dark Chocolate 100%? Pahitnya minta ampun. Pas kemarin Depok sedang hujan super derassss. Nggak nyalain AC juga masih dingin. Jadilah saya memanaskan air, lalu menyeduh Socolatte. Sebenarnya cara membuatnya gampang sih, cuma pengen saya foto aja. Silahkan disimak.
Mumpung teman saya sedang berkunjung, saya sajikan Socolatte untuk 2 orang. Karena saya nggak begitu suka coklat pahit, saya menambahkan Creamer atau gula. Kalau pengen yang pahit banget dan kental, bisa menambahkan lagi coklat bubuknya ke dalam gelas. Rasa Socolatte ini enak banget, bisa dibandingkan dengan Cadbury dan coklat Delfi. Apalagi produk ini asli Indonesia dan non kolesterol.
Sedikit pengetahuan untuk kita yang saya ambil dari website
resminya http://www.socolatte.com/2014/09/profil-socolatte.html yaitu:
Kenapa COKLAT asli itu SEHAT?
1. Coklat memperpanjang umur
2. Mencegah resiko penyakit jantung koroner dan kanker
3. Mencegah penuaan dini karena polusi dan radiasi
4. Memberikan rasa tenang dan perasaan gembira
5. Menyehatkan pembuluh darah
6. Bermanfaat untuk mengobati penyakit stroke
7. Tidak menyebabkan kegemukan
Karena coklat ini tanpa lemak, maka jika tidak dikonsumsi sebaiknya jenis chocolate bar (termasuk chunky bar) dan Cocoa butter disimpan di dalam lemari es agar tidak cepat meleleh.
Lokasi :
Jl. Medan – Banda Aceh km 138, Baroh Musa, Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya , Provinsi Aceh - INDONESIA.
Nacha Cafe Aceh
19.06
Kecintaannya pada dunia kuliner membawa Dedy Tabrani membuka sebuah kedai kopi berkonsep modern dengan produk utama Arabica Gayo Specialty , berbagai menu olahan kopi arabica akan disajikan disini dengan mesin espresso Etnica buatan Italia yang tidak lain Dedy menjadi central distributor untuk merk mesin tersebut .
Bila anda berkunjung pada waktu tertentu , anda dapat melihat langsung proses penggongsengan biji kopi yang terdapat pada kedai ini . Tentunya akan sangat menarik bukan ? proses ritual seperti ini yang selalu menggugah selera dengan harum nya biji kopi. Sajian yang menjadi favorit ditempat ini adalah sanger arabica dan mocha latte , Nacha terletak di Jl. Panglima Nyak Makam (Lampineung) No. 100 atau lebih tepatnya didepan hotel Hermes Palace dan buka mulai jam 09.00 hingga 23.00 .
Alamat :
Jalan T. Panglima Nyak Makam No. 100, Doi, Ulee Kareng, Doi, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Indonesia
Kode Pos :
23117
No. Telp :
+62 821-1799-0788
Peta :
Kopi Sanger, Kopi Khas Aceh
18.08
Banda Aceh sudah dikenal sebagai kota 1001 kedai kopi , hal ini tentu saja dilatarbelakangi oleh menjamurnya kedai kopi yang tersebar diseluruh penjuru kota degan menawarkan berbagai keunikan. Dari semua kedai kopi yang ada tersebut terlihat persamaan yang sangat khas yaitu pada satu jenis minuman kopi yang begitu populer dan sangat fenomenal.
Kopi Sanger , sebutan kopi fenomenal tersebut yang tidak lain berasal dari kata “sama-sama ngerti”. Alkisah sebutan ini bermula pada sebuah kedai kopi yang sangat populer dikunjungi para mahasiswa , menjelang akhir bulan mahasiswa yang ingin tetap menikmati secangkir kopi susu nikmat namun dengan kondisi kantong yang sangat terbatas kerap mengakalinya dengan kopi dengan meninimalkan takaran kental manis namun ditambah sedikit gula agar tetap manis , yahh .. sama-sama ngerti ! itulah asal mulanya populer kopi sanger seperti sekarang.
Dikota Banda Aceh Kopi Sanger dapat dinikmati dengan berbagai metode , salah satunya adalah Kopi Sanger dengan teknik penyajian disaring yang merupakan tradisi penyajian kopi Aceh yang sudah dikenal dari dulu . Saat ini Kopi Sanger juga sudah dapat dinikmati dengan penyajian menggunakan mesin espresso. Masing-masing punya keunikan sendiri sesuai karakter selera penikmatnya.
Belum sah rasanya jika anda mengunjungi Kota Banda Aceh namun belum menikmati Kopi Sanger yang bisa saja membuat anda ketagihan atau rindu akan nuansa hangatnya warga Kota Banda Aceh.
http://www.komoscoffee.com
Brader Coffee Aceh
18.05
Kualitas daun teh yang diproduksi di berbagai belahan dunia sangat dipengaruhui oleh kuantitas sinar matahari yang diterima oleh pohon teh. Rasa teh juga dipengaruhi oleh cara menanam, memproses dan menyeduh. Rasa yang tersimpan dalam kandungan teh membuat orang-orang Inggris mengkonsumsi 60 miliar cangkir teh pertahun menurut Organisasi Teh dan Infusi. Setiap laki-laki, perempuan dan anak-anak jika diratakan mengkonsumsi lebih dari 900 cangkir per tahun. Sehingga wajar apabila muncul budaya minum teh yang kental di Inggris Raya.
Menurut film Perancis Felix and Obelix bahwa asal usul teh yang akhirnya menjadi budaya Inggris adalah teh yang dibawa oleh saudagar dari Asia Selatan, tepatnya India. Nikmatnya rasa teh yang dibawa oleh saudagar India tersebut membuat ratu Inggris di waktu itu tergoda dan menetapkan bahwa minum teh di Inggris dijadikan budaya nasional yang diminum pada sore hari.
Kalau di Inggris ada evening tea atau ngeteh sore, maka hal yang sama pun bisa dilakukan di Banda Aceh. Ya, Brader Caffe menyajikan teh dengan kualitas terbaik yang dirawat dan dikelola oleh keluarga Dilhan dan Malik (Dilmah) selama puluhan tahun.
Ngeteh sore tidak mustahil jika diterapkan di Banda Aceh karena kualitas teh yang sama bisa dinikmati di tempat yang sangat tepat pula. Kualitas teh yang ditawarkan oleh Brader Caffe juga berasal dari Asia Selatan yaitu (Ceylon) Sri Lanka. Produk teh yang memiliki prinsip Teh Tradisional, Single Origin dan Garden Fresh ini disajikan dalam bentuk hot atau cool sesuai dengan keinginan pelanggan.
Benar, teh tersebut adalah produk Dilmah yang diracik dan didirikan oleh Merrill J Fernando dari Sri Lanka dan dijaga dengan baik dari masa tanam/bibit hingga hingga sampai ke gelas penikmat teh. Nama Dilmah diambil dari nama 2 putra pendirinya, yaitu Dilhan dan Malik yang juga kemudian bergabung dengan ayahnya merawat dan memproduksi teh kualitas terbaik.
Soal tempat jangan khawatir, posisi Brader caffe sangat strategis dan romantis. Terletak di gampoeng Lampulo Banda Aceh, beberapa meter dari bibir dermaga tempat mangkal boat nelayan milik warga setempat. Suasana lantai 2 Caffe yang terbuka membuka pemandangan keberbagai arah. Sandaran boat nelayan di dekat Krueng Aceh menjadi pemandangan yang unik untuk dinikmati apalagi di sore hari dan malam hari. Lampu kelap kelip boat yang menghiasi malam di pelabuhan Lampulo masih bisa dilihat dari lantai 2 Caffe.
Cemilan sehat bisa dinikmati di sini sebagai pelengkap minuman. Disediakan brokoli goreng yang dilengkapi dengan saus tomat dan juga berbagai jenis roti bakar. Disamping itu, tersedia pula berbagai aneka jus yang tanpa diragukan kesehatannya.
Selama datang bagi anda yang sedang di kota Banda Aceh dan pastikan anda menyempatkan diri untuk mampir.
ARB COFFEE: Kenikmatan Cita Rasa Kopi Aceh
18.21
Apa jadinya jika mengunjungi daerah tempat lumbung kopi Asia tanpa mencicipi langsung kopinya? Sudah pasti hampa.
Oleh karena itu saat mendapat kesempatan menjelajah Takengon Aceh Tengah, saya tentu penasaran dengan pengalaman minum kopi langsung di coffee shop di sana. Bermain ke kebun kopi adalah tujuan utama. Melihat panen raya dan cherry kopi bergelantungan merah merona di kebun kopi adalah kebahagiaan yang tak ada duanya. Namun, rasa penasaran untuk nongkrong di kedai kopi di Takengon ternyata tak kalah besarnya. Meskipun jujur, saya tidak mau berekspektasi terlalu besar tentang coffee shop di sini. “Paling-paling hanya coffee shop tradisional yang menyajikan kopi hitam,” celoteh saya dalam hati.
Tapi, celotehan hati saya yang sok tahu ini seketika terpatahkan mentah-mentah saat saya mengunjungi ARB Coffee yang berada di Jalan Lebe Kader Reje Bukit. Saya menemukan kedai kopi ini dari seorang follower dari Twitter yang merekomendasikan coffee shop ini. Jadilah saya dan teman-teman dengan modal tanya sana-sini plus GPS mencari dengan percaya diri. Karena keterbatasan waktu di Takengon, saya harus datang ke tempat ini pagi-pagi dan alhasil ARB Coffee belum buka pada saat kami sampai ke sana.
Jangan sedih dulu, karena Erwin sang pemilik coffee shop bersedia buka lebih pagi karena kami datang dari jauh. Asiknya lagi kedai kopi yang baru direnovasi menjadi lebih luas ini menyediakan menu minuman kopi modern tak sekedar kopi tradisional saja. Saya melongok ke coffee bar-nya dan di sana terpampang espresso machine Orchestrale Nota yang menjadi jagoan coffee shop ini. Tak hanya itu ada juga beragam alat kopi manual brewing methods yang berjejer rapi di sana. Wah, ternyata ARB Coffee ini mengikuti perkembangan dunia kopi dengan sangat baik. Ekspektasi saya yang tak terlalu tinggi tentang coffee shop di Takengon ternyata dipuaskan oleh lengkapnya segala alat-alat kopi modern yang menjadi penunjang serunya kegiatan ngopi di sini.
Karena masih pagi tentu saya sangat menginginkan kafein dan makanan kecil untuk sarapan. Secangkir kopi Gayo dihidangkan dan harumnya mengepul ke seluruh ruangan yang isinya hanya saya dan teman-teman saya. Erwin mengatakan kalau kopi yang mereka gunakan adalah kopi dari perkebunan mereka sendiri dan diproses secara sangat baik. Pantas rasa kopinya nikmat sekali. Selain kopi, ARB Coffee juga menyediakan makanan seperti nasi goreng, aneka olahan mie dan ada juga pancake durian yang pas diminum dengan secangkir kopi Gayo.
Jika kamu main ke Takengon, jangan lupa menyempatkan diri untuk ngopi di ARB Coffee. ARB Coffee sendiri adalah singkatan dari Asli Reje Bukit, bukan nama politikus itu ya. He-he-he. Saat malam hari ARB Coffee lebih ramai. Banyak anak muda Takengon yang nongkrong sambil bersantai. Perkembangan dunia kopi ternyata merambat ke Takengon juga. Takengon tak hanya menjadi salah satu penghasil kopi terbesar di Asia tetapi kini masyarakatnya juga telah paham bagaimana menikmati kopi enak.
Terbukti dari banyaknya orang yang datang ke ARB Coffee dan mencoba menikmati kopi dari berbagai metode. Mulai dari kopi yang dihasikan mesin espresso maupun yang dihasilkan dari manual brewing method. Mereka mulai paham bahwa kopi tak sekedar hitam dan pekat tapi lebih kaya dari itu. ARB Coffee adalah salah satu pelopor kedai kopi di Takengon yang mengajarkan cara menikmati kopi dari beragam cara. Seperti tagline-nya, ARB Coffee benar-benar mengusung kehangatan cita rasa kopi Gayo. Saya telah membuktikannya.
majalah.ottencoffee.co.id










